Klaim keberhasilan Iran menembak atau setidaknya merusak jet tempur siluman F-35 memicu perhatian dunia militer. Sejumlah analis militer China pun mulai mengungkap kemungkinan taktik yang digunakan Teheran untuk menghadapi salah satu pesawat tempur tercanggih milik Amerika Serikat tersebut.
Meski masih menuai perdebatan, laporan terbaru menyebut bahwa pendekatan taktis dan strategi radar menjadi kunci utama dalam menghadapi teknologi siluman F-35.
Klaim Iran dan Kontroversinya
Sebelumnya, Iran mengklaim berhasil menjatuhkan beberapa unit F-35 milik Israel dalam konflik kawasan Timur Tengah. Namun klaim ini langsung dibantah oleh pihak Israel dan hingga kini belum ada bukti kuat yang mengonfirmasi kejadian tersebut.
Selain itu, sejumlah video yang beredar di media sosial juga telah diklarifikasi sebagai tidak valid atau tidak terkait langsung dengan insiden tersebut.
Meski begitu, laporan terbaru menyebut adanya kemungkinan jet F-35 mengalami kerusakan akibat tembakan sistem pertahanan Iran, meski tidak sampai jatuh total.
Analis China: Ini Cara Iran Bisa Deteksi F-35
Menurut analis militer China, ada beberapa faktor yang memungkinkan Iran menghadapi jet siluman seperti F-35:
1. Strategi Radar Berlapis (Multi-Frequency Radar)
F-35 memang dirancang sulit terdeteksi radar, tetapi bukan berarti tidak bisa dilacak sama sekali.
Analis menyebut Iran kemungkinan menggunakan kombinasi radar dengan frekuensi berbeda untuk meningkatkan peluang deteksi. Pendekatan ini pernah digunakan China sejak era 1960-an untuk menghadapi pesawat pengintai AS.
2. Taktik Umpan (Decoy Radar)
Iran diduga menggunakan radar palsu untuk mengecoh musuh.
Saat musuh mengira sistem pertahanan telah dihancurkan, radar utama justru diaktifkan secara tiba-tiba untuk mengunci target. Strategi ini disebut sebagai “ambush tactic” atau taktik penyergapan.
3. Serangan Mendadak dengan Waktu Reaksi Singkat
Setelah target terdeteksi, sistem rudal diluncurkan dalam waktu sangat singkat (hitungan detik), sehingga pilot tidak sempat menghindar.
Pendekatan ini mengandalkan kejutan dan kecepatan, bukan semata teknologi tinggi.
4. Sistem Rudal Canggih seperti Bavar-373
Iran juga dilaporkan mengandalkan sistem pertahanan udara jarak jauh seperti Bavar-373, yang dirancang untuk menghadapi pesawat siluman.
Sistem ini diklaim mampu mendeteksi dan menyerang target pada jarak jauh, termasuk pesawat generasi kelima.
Fakta Penting: F-35 Tidak Sepenuhnya “Tak Terlihat”
Para analis menegaskan bahwa istilah “stealth” bukan berarti pesawat benar-benar tidak terlihat.
F-35 hanya memiliki radar cross-section yang sangat kecil, sehingga lebih sulit dideteksi, terutama dari jarak jauh. Namun, dengan kombinasi radar canggih dan strategi tepat, peluang deteksi tetap ada.
Implikasi Global
Jika klaim ini terbukti benar, dampaknya sangat besar:
- Mengguncang dominasi teknologi militer Amerika Serikat
- Memicu perubahan strategi perang udara global
- Menjadi pelajaran penting bagi negara pengguna F-35
Namun hingga kini, banyak pihak masih menganggap klaim tersebut sebagai bagian dari perang informasi (information warfare).
Kesimpulan
Analis China menilai keberhasilan Iran menghadapi F-35—jika benar terjadi—bukan semata karena teknologi, tetapi kombinasi strategi cerdas, taktik penyergapan, dan pemanfaatan kelemahan sistem siluman.
Meski begitu, tanpa bukti konkret, klaim ini masih perlu diverifikasi lebih lanjut. Yang jelas, peristiwa ini membuka babak baru dalam persaingan teknologi militer global.
