Tokyo, Jepang – Tradisi hanami, kegiatan menikmati mekarnya bunga sakura, kini menghadapi tantangan baru. Inflasi yang meningkat di Jepang membuat biaya untuk piknik sakura semakin mahal, sehingga pengalaman menikmati musim semi yang semula sederhana kini menjadi lebih mahal bagi banyak warga dan wisatawan.
Inflasi Dorong Kenaikan Biaya Hanami
Setiap tahun, ribuan orang berkumpul di taman-taman terkenal Jepang seperti Ueno Park dan Shinjuku Gyoen, membawa tikar, makanan, dan minuman untuk merayakan keindahan sakura. Namun, tahun ini, harga bahan makanan, minuman, dan perlengkapan piknik dilaporkan meningkat hingga 15–20% dibanding tahun lalu.
Menurut laporan Japan Statistics Bureau, inflasi pangan dan minuman ringan menjadi penyebab utama kenaikan biaya hanami. “Kami ingin tetap menikmati musim sakura, tetapi biaya untuk sekadar membawa makanan ringan kini lebih terasa berat,” ujar seorang pengunjung dari Osaka.
Wisatawan Asing Juga Merasa Dampak
Bukan hanya warga lokal, wisatawan asing yang datang untuk merasakan hanami juga merasakan efek inflasi. Paket tur yang sebelumnya termasuk makanan dan akses taman kini harus menambah biaya tambahan. Agen perjalanan lokal melaporkan kenaikan harga tiket masuk taman dan transportasi menuju lokasi-lokasi populer.
Salah satu turis dari Singapura menyatakan, “Hanami tetap indah, tapi sekarang harus berpikir dua kali tentang anggaran. Piknik sederhana pun terasa lebih mahal.”
Strategi Menghadapi Biaya Hanami yang Tinggi
Meski demikian, masyarakat Jepang tetap menemukan cara kreatif untuk menikmati hanami tanpa menguras kantong. Beberapa strategi yang dilakukan antara lain:
- Bawa Bekal Sendiri – Alih-alih membeli makanan di lokasi wisata, pengunjung membawa bekal dari rumah.
- Pilih Taman Alternatif – Menghindari taman terkenal yang lebih mahal dan padat pengunjung, seperti taman-taman lokal di pinggiran kota.
- Berbagi Piknik – Kelompok teman atau keluarga saling berbagi makanan dan minuman untuk mengurangi pengeluaran.
Tren Hanami Virtual
Selain itu, muncul tren hanami virtual, di mana warga menonton live streaming bunga sakura dari rumah melalui aplikasi dan situs resmi pemerintah kota. Ini menjadi solusi alternatif yang hemat biaya di tengah inflasi.
Kesimpulan
Meskipun biaya hanami meningkat akibat inflasi, tradisi menikmati sakura tetap menjadi momen penting dalam budaya Jepang. Kreativitas dalam menghadapi kenaikan harga membantu masyarakat tetap bisa merayakan musim semi tanpa kehilangan esensi kebahagiaan dari mekarnya sakura.
