Jakarta, 20 Maret 2026 – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kembali menyoroti pentingnya efisiensi dalam pengadaan kendaraan dinas negara. Dalam sebuah pernyataan publik baru-baru ini, Prabowo membandingkan kendaraan Maung produksi dalam negeri dengan harga Rp 700 juta dengan mobil dinas mewah yang harganya mencapai Rp 8 miliar.
Prabowo menekankan bahwa perbedaan harga yang signifikan tersebut harus menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menggunakan anggaran negara. Menurutnya, penggunaan kendaraan yang terlalu mahal tanpa pertimbangan efisiensi hanya membebani anggaran negara.
“Kalau kita bisa mendapatkan kendaraan yang tangguh, hemat biaya, dan bisa diproduksi dalam negeri, mengapa harus membeli yang jauh lebih mahal?” ujar Prabowo, menekankan strategi efisiensi di sektor pertahanan.
Analisis publik menunjukkan bahwa Maung, kendaraan produksi lokal, memiliki kemampuan yang memadai untuk berbagai kebutuhan operasional, mulai dari patroli hingga tugas logistik, dengan biaya perawatan yang lebih rendah dibandingkan kendaraan mewah yang mencapai miliaran rupiah.
Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah mendorong kemandirian industri pertahanan dalam negeri. Dengan memprioritaskan kendaraan produksi lokal, selain efisiensi anggaran, juga mendukung penguatan industri strategis nasional.
Sejumlah pengamat menilai, perbandingan Prabowo ini menjadi sinyal bahwa efisiensi anggaran dan kemandirian industri pertahanan akan menjadi fokus utama pemerintah ke depan. Tidak hanya soal biaya, tetapi juga efektivitas dan keberlanjutan operasional kendaraan dinas negara.
Simak terus perkembangan terbaru terkait efisiensi kendaraan dinas dan strategi pertahanan Indonesia hanya di portal berita terpercaya.
